Sunday, 9 February 2014

Saat Pena Berbicara


Prokirastinasi dan mempunyai kesibukan yang Abu-abu (indikatornya akdemik, Cinta dan organisasi yang ketiga-tiganya tidak terprioritaskan), berlama-lama di depan layar komputer/Laptop adalah hal yang ku anggap sangat membosankan, Manajemen Perencanaan Strategis, Manajemen Energi, Scenario Planning, Problem Solving, dan Manajemen Kepemimpinan, serta materi tools lainnya yang secara teoritis kuanggap diriku sudah Khatam. Tapi namanya juga sibuk dengan program yang tidak jelas, makanya patut untuk menyebut diriku sebagai sehelai daun yang ikut mengalir bersama air yang ada di sungai menuju ke laut dan tidak memikirkan derasnya air, benturan batu, dan bermuara ke anak sungai yang mana. Yang pasti saya masih mempunyai cita-cita yang kuanggap ideal, dan kupikir masa depanku tidak akan suram dengan cita-citaku yang ingin menjadi sekjen PBB. Bahasa Tabloid Remaja, go with flow selama ngga’ nyenggol ma cita-cita menjadi spiritku untuk terus melakukan aktifitas. Realitas sosial yang memaksaku untuk menjalani hidup sebagai orang miskin kuanggap sebagai proses pembelajaran dan warna hidupku, sehingga apapun kondisiku entah harus makan nasi tempe 2 iris, dan tidur beralaskan lantai dinginnya Sekretariat Himatepa UH tetap kujadikan sebagai sebuah pembacaan terhadap fitrah ku sebagai seorang yang hidup di zaman sekelumit persoalan ini. Eksposi di atas merupakan sedikit eksplorasi tentang kondisi kekinianku sebelum bernostalgia tentang indah pahitnya masa lalu.

Makassar, 23 Januari 2009

No comments:

Post a Comment