Yah, itulah aku, yang tampak tak tampan, tak rupawan, tak imut dan tak molek dalam foto yang senang kau pandangi dari pagi sampai pagi lagi. Inilah aku yang berkata apa adanya seperti yang kau baca di tulisan ini, seperti halnya SMS yang kukirimkan padamu yang sering kau baca lagi dari malam sampai malam lagi di folder pribadimu.
Tapi jangan beranggapan bahwa hal yang kau lakukan merupakan gerak sarkastis dari apa yang sebenarnya kau inginkan sebelumnya. Jangan berpikir untuk berhenti dari kebiasaan bodoh yang kau lakukan itu. Karena Tuhan telah mengkaruniakan waktu lebih untuk memandang foto dan membaca ulang SMS milikku. Terlebih Tuhan telah menganugerahkan Cinta kepadamu.
Jangan pernah berpikir bahwa aku telah berbuat sesuatu yang inmateri kepadamu. Jangan beranggapan bahwa aku memiliki santet kanuragan yang telah membutakan hati kecilmu. Tapi percayalah bahwa aku masih hamba yang jauh dari ke-syirik-an kepadaNya. Aku hanya menitip do’a layaknya seorang pujangga yang mengirim cintanya lewat angin dan kicauan burung. Bedanya aku menitipnya pada ciptaan elektronik itu.
Mungkin ini kau anggap sebuah apologi atau mungkin sesuatu yang sama sekali tidak masuk akal, tapi ketahuilah bahwa Semua makhluk di dunia ini dari sekecil Zarra sampai sebesara Zarra akan bertasbih kepadanya. “Sabbaha Lillahi Maa fissamawaati wa ma fil ardh”, bertasbih kepada Allah apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi, Bahkan foto dan SMS sekalipun.
No comments:
Post a Comment