Ada beberapa titik mata air pengetahuan, ada sajak indah yang terlantunkan, ada ruang silaturrahmi dan bertukar-pikiran, ada canda-tawa yang melukis senyuman, serta ada cinta yang menjauhkan kehampaan.
Jejaring sosial ini, telah menjadi daratan baru bagi ku. Sampai aku merasakan bahwa dunia menjadi semakin luas tetapi semakin dekat untuk kujangkau. Tempat dimana pengetahuan mengalir ke muara memori, sajak menjadi nyanyian merdu, kata-kata tersusun seperti gedung perkotaan dengan rapi, canda dan tawa dipertunjukkan seperti sirkus, berbuah tepuk-tangan, kekaguman, serta senyuman.
Demikianlah cyber-space ini menjadi candu bagiku. Mengganti beberapa syaraf di akalku untuk berpikir dan berkreasi. Sampai sehari tanpanya, seperti merontokkan beberapa rambut di ubun-ubunku, memotong urat di atas tumit kaki ku, menutup kain parasut di dua mataku, membungkam imaji yang seharusnya menguak.
Tapi detak jarum jam selalu saja mengganggu ku, sampai detakan terkeras mengetuk hati ku.
"Ttak"
Ada harapan yang tersusun rapi di luar sana. Ada cita yang ku bangun sejak lama. Ada orang yang semakin tua yang ingin dibanggakan anaknya. Ada wanita yang menunggu dituntun jalannya (ke-PD-an). Maka ada aku yang sebaiknya bergegas pergi, hanya sementara sampai aku bisa menjawab keadaan-keadaan yang masih menjadi tanya.
Makassar, 2 November 2010
No comments:
Post a Comment