Sunday, 9 February 2014

Haluan Kanan

Layaknya seorang dokter spesialis, dengan gamblangnya aku mem-vonis diriku mengidap penyakit ganas. Sebuah penyakit yang banyak di derita oleh orang-orang tak punya tujuan yang bernama Prokrastinasi Stadium empat. Gejalanya dimulai saat bangun tidur di mana aku melakuak ritual bolak-balik guling sana guling sini dahulu sebelum betul-betul berdiri seolah tidak memiliki rutinitas dan keperluan penting setiap harinya sampai pada tidak pernahnya membuat planning dan prioritasi urusan esok hari apa lagi bulan dan tahun depan. Padahal sebenarnya akupun punya cita-cita yang sedang menggantung di atas sana,  tepat di samping bintang di langit yang pada pada pagi ini berada di belakang belangan bumi yang sedang ku pijak.  Kalau mengandalkan memori, daya ingatku seberapa kilobyte sih? Demikian tanyaku sekaligus sebagai pasien neurology .Satu hal yang ku syukuri adalah aku masih sering mengingat kalau aku ini adalah seorang pelupa.  
Tapi aku akan marah ketika seseorang menyebut diriku pemalas. Kenapa aku marah? Karena orang yang mengklaimku seperti itu belum mengenal sosok ku secara kompleks. Aku punya beberapa teman dekat, tapi ketika salh satu dari mereka menyebutku pemalas, aku hanya bilang “dia belum sedekat itu” terkadang kukatakan secara verbal di hadapannya tetapi lebih sering kukatakan dalam hati saja.
Aku adalah orang yang rajin. Dalam 24 Jam  sehari, hampir tiga perempat waktu itu kugunakan untuk bermimpi, mengkhalayal, merenung dan berimajinasi. Seper-empat sisa waktunya kubagi untuk nonton berita dan film, membaca Koran dan buku serta keperluan lain yang sangat penting.
Sebelum masuk dalam ranah  bermimpi, harus ada proses transisi kesadaran menuju ke sana yang bernama tidur. Untuk menkhayal dan merenung, aku menjadi kaum devian yang perlu tempat sunyi, senyap dan tepat untuk melakukan prosesi tersebut. Nah kalau berimajinasi, sering ku awali dengan pra-kondisi proses yaitu diskusi bersama teman  dan kenalan baru, kemudian bermain game untuk ice-breaking otak ku yang sedang jenuh  karena beberapa rutinitas yang kusebutkan tadi. Aku Pemalas, terbantahkan sudah!
Dalam teori ekonopsikis (Psikologi), orang-orang kreatif inovatif, dan imajinatif adalah mereka para pengkhayal, perenung  yang sering berimajinasi.  Dalam praksis, aku seringkali dapat membaca peluang usaha baik itu market oriented maupun material oriented. Akulah  konseptor dan desainer kontemporer tentang konteks apapun. Aku  yang punya banyak mimpi-mimpi futuristik.

No comments:

Post a Comment